Cara Mudah Setting VPS dengan Aapanel

In Internet 5 views

Banyak cara menggunakan VPS yang dimulai dari versi ribet sampai versi tinggal pakai (alias tambah biaya setting panel).

Bagi orang yang baru terjun di dunia per – hostingan / baru belajar buat webite, mengenal kata VPS saja mungkin terdengar asing apalagi harus men- setting VPS dengan benar.

Lalu, dari mana kita memulai belajar VPS dengan cara yang mudah dan tidak membutuhkan banyak biaya?

Yuk kita belajar bareng – bareng aja !!!….

Artikel ini diperuntukan dari Newbie untuk Newbie, yang lebih paham ilmu setting VPS silakan berikan saran dan masukan bila ada kekurangan.

1. Pengertian VPS

VPS merupakan singkatan dari Virtual Private Server atau bisa disebut juga Hosting Pribadi dengan IP Address yang Khusus. Tujuan memilih VPS dibanding Hosting biasa tentunya karena hosting biasa sudah terlalu sesak atau ingin meningkatkan performa website/aplikasi, karena jumlah trafik atau penggunanya yang sudah tinggi.

Hal seperti ini sudah biasa digunakan di perusahaan – perusahaan besar berbasis digital seperti Marketplace, Portal Berita atau para pelaku start-up yang sedang berkembang.

Lalu, apakah VPS dapat digunakan dengan oleh individu untuk membangun bisnisnya ?

Tentu saja bisa, bahkan dengan harga yang terjangkau mulai dari $5/bulan, kamu dapat menjajal VPS kamu sendiri.

Lantas apa kelebihan VPS dibanding shared Hosting yang biasa kamu gunakan ?

2. Kelebihan VPS dibanding dengan Shared Hosting

Butuh alasan yang sangat penting untuk beralih dari shared hosting ke VPS. Selain karena biayanya yang  lebih mahal dibanding shared hosting, menginstall VPS butuh sedikit pengetahuan dasar command linux untuk sampai dapat menggunakannya.

Terkecuali, kamu mau merogoh kocek lebih mahal untuk membayar license Control panel yang sudah familiar di shared hosting seperti Cpanel. WHM ataupun Plesk.

Pertimbangan umum memilih VPS adalah untuk meningkatkan performa, daya tahan dan speed website. Dalam dunia SEO, Speed suatu website sangat mempengaruhi dalam hal ranking dan indexing.

Bagi pemain internet marketer, salah satu alasan Memilih VPS adalah memiliki kepuasan mengexplore bahkan mengexploite Server tanpa perlu banyak aturan (di Kick / Suspend) dari penyedia hosting.

Penyedia hosting pada umumnya memilki aturan ketat dalam penggunaan hostingnya, salah satunya dilarang menggunakan software/plugin yang dapat memicu load server yang tinggi.

Berikut ini adalah contoh plugin wordpress yang dilarang digunakan di sebuah webhosting di Indonesia:

3. Memilih VPS sesuai budget dan spesifikasi

Banyak pilihan penyedia VPS mulai dari yang server lokal (Indonesia) hingga server Luar Negeri, mulai dari yang murah hingga harga yang luar biasa mahal dengan spesifikasi yang sultan.

Namun disini kita akan membahas VPS dengan skala individu, yang artinya siapapun dapat menyewa VPS dengan budget yang terjangkau.

Kami mengenal beberapa VPS yang cukup familiar di dunia internet marketing seperti: Digital Ocean, Vultr, Contabo, bahkan pemain besar seperti Google Cloud, AliCloud, AWS (Amazon Web Service).

Menurut pengalaman kami, untuk skala individu kalian dapat mencoba Vultr, Digital Ocean dengan harga mulai S5/bulan dengan kapasitas RAM 1GB dan SSD 20-25GB.

Atau dapat juga seperti kami, yaitu menggunakan layanan Contabo dengan harga mulai 3.99 euro dengan kapasitas RAM 4GB dan HDD Booster sebesar 300GB.

Harga diatas merupakan tarif dasar menyewa VPS tanpa tambahan biaya setting Control Panel  yang sudah familiar seperti Cpanel, Plesk atau WHM.

Lantas, bagaimana solusinya? Apakah ada Control Panel Gratisan yang sistem interfacenya mudah dan tidak ribet?

mari baca  pelan – pelan ya supaya bisa mengerti hal yang lebih teknis …

4. Jenis – Jenis Control Panel yang sering digunakan

Apa itu Control Panel?

Control Panel adalah software yang memiliki interface (tampilan muka) yang berfungsi untuk memudahkan kita mengatur beberapa domain dalam 1 VPS yang dibuat.

Sebenarnya jika berniat hanya untuk membuat 1 domain saja tidaklah rumit. Rata-rata penyedia VPS seperti Digital Ocean, Vultr dsb memiliki fitur 1 Click Install WordPress. Jadi tinggal click fiturnya dan pointing saja domain ke IP VPS, maka website kamu sudah terinstall script CMS WordPress.

Namun dibalik kemudahan tersebut, pastilah ada kesulitan saat kamu ingin membuat lebih dari 1 domain. Kami sendiri lebih menyarankan menggunakan Control Panel yang dapat membantu kamu mengatur berapa jumlah domain / subdomain yang ingin kamu buat.

Berikut ini adalah Control Panel yang kami kenal dan yang pernah kami pakai:

  1. Cpanel, WHM, Plesk
    Merupakan Control Panel yang sering kita temukan di penyedia Shared Hosting. Untuk memakai control panel tersebut, dibutuhkan kocek tambahan tiap bulannya berkisar Rp 187 ribu (Cpanel and WHM) dan Rp 148 ribu (Plesk). Ini cocok buat kamu yang tidak mau ribet dengan tampilan control panel lain dan siap merogoh kocek tiap bulannya.
  2. Webuzo
    Control panel ini merupakan favorit di zamannya. Dan masih banyak juga penggunanya hingga saat ini. Dulunya webuzo full gratis, namun saat ini berbayar $25/tahun untuk mendapatkan license dan full fiturnya. Bisa dibilang, biaya ini lebih murah dibandingkan Cpanel dll.
  3. Runcloud dan Cloudways
    Tidak seperti Control Panel lainnya yang masih harus berurusan dengan install ini dan itu di terminal dengan koding. Runcloud dan Cloudways menawarkan sistem Saas (Software As Service) yang intinya adalah kamu tinggal pointing IP Server kamu di sana, maka semua proses instalasi tinggal klik-klik saja.Untuk mendapatkan pelayanan tersebut, kamu bisa memulai dengan trial gratis di Runcloud hingga 14 hari atau di Cloudways 3 hari. Setelah itu untuk mendapatkan akses Full Featured kalian dapat membayar mulai dari $8/bulan di Runcloud (tidak termasuk server) atau di Cloudways $10/bulan (sudah termasuk server $5 di Digital Ocean).
  4. Control Panel Open Source (Kloxo-MR, Ajenti, Vesta CP, Aapanel dll)
    Inilah Control Panelnya para webmaster, yang gratis namun powerfull dalam menjalankan tugasnya di VPS. Namun, yang kamu perlukan adalah kemampuan untuk menginstall dan menyetting script tersebut hingga bisa launcing seperti layaknya Cpanel / WHM.Sebagai tips untuk para pemula, siapkan dulu tools penting yang wajib kamu install untuk mempermudah instalasi seperti : WinSCP dan Putty.exe (untuk Windows) atau Tools sejenisnya untuk Linux. Setelah WinSCP dan Putty terinstall, pelajari dan gunakan software tersebut untuk melakukan perintah instalasi di SSH Putty dan distribusi data lewat WinSCP. Setiap Control Panel memiliki perintah tersendiri, ikuti langkah-langkahnya dengan teliti.
    Kami sendiri menggunakan Control Panel bernama Aapanel, bisa diunduh Free 100% di sini.

5. Mengenal Control Panel baru bernama Aapanel

Kami mengenal Aapanel mulai dari pertengahan Agustus 2019, dan ternyata memang Aapanel baru rilis di pertengahan Juni 2019 lewat riwayat di Github. Dari sekedar coba-coba, bahkan sampai untuk testing Plugin Auto Generate Content Bernama Stupidpie3 hingga puluhan ribu posting.

Aapanel memiliki interface yang simple dan mudah digunakan bahkan oleh orang awam sekalipun. Namun untuk mendapatkan fasilitas tersebut, kamu tetap harus menginstallnya lewat terminal SSH.

Yuk kita pelajari cara install VPS dengan Aapanel

6. Cara Setting VPS dengan Aapanel

Sebenarnya cara install Control Panel ini sangatlah mudah, seperti tertulis dalam forum resminya forum.aapanel.com,  hanya dibutuhkan satu perintah linux sesuai distro yang kamu pilih:

Requirements:

Memory:

512M or more, 768M or more is recommended (Pure panel for about 60M of system memory)

Hard disk:

More than 100M available hard disk space (Pure panel for about 20M disk space)

System:

CentOS 7.1+ (Ubuntu16.04+., Debian9.0+), to ensure that it is a clean operating system, there is no other environment with Apache/Nginx/php/MySQL installed (the existing environment can not be installed)

Linux Panel Installation Command

Centos :

yum install -y wget && wget -O install.sh http://www.aapanel.com/script/install_6.0_en.sh && bash install.sh

Ubuntu/Deepin :

wget -O install.sh http://www.aapanel.com/script/install-ubuntu_6.0_en.sh && sudo bash install.sh

Debian :

wget -O install.sh http://www.aapanel.com/script/install-ubuntu_6.0_en.sh && bash install.sh

Setelah itu tinggal Ok – in saja sampai dapat alamat login Control Panel kamu. Biasanya berakhiran IP-Address:8888

Nah sampai disini mulai proses instalasinya selesai. Kini tinggal setting domain kamu hingga jadi website berbasis WordPress atau yang lainnya. Tapi kali ini kita bahas wordpress saja dulu.

Manfaatkan Fitur One-Click Deployment

  • Supaya lebih simple, kamu bisa manfaatkan fitur one-click deployment ini untuk install script wordpress.

  • Pilih WordPress, lalu Install
  • Masukkan nama domain dan buat nama database dan passwordnya (dicatat), submit

  • Lakukan instalasi wordpress dan masukkan database,password dan username

Database dan username biasanya sama jadi langsung sama input di kolom wordpress

  • Jangan lupa beri SSL gratis dari Enscript

Selesai sudah Install VPS dengan AApanel. Semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa di share ya…

7. Migrasi dari hosting lama ke VPS Aapanel

Cooming Soon

8. Tambahan Informasi, Trouble Shooting dll

Cooming Soon

 

 

 

No related post!

Leave a reply "Cara Mudah Setting VPS dengan Aapanel"

Must read×

Top
Please disable your adblock for read our content.
Refresh